Apa Itu Moving Average Dalam Crypto? Simak Penjelasannya

by -2 Views
Apa Itu Moving Average Dalam Crypto
Apa Itu Moving Average Dalam Crypto

MEDIAINVESTASI.ID – Apa Itu Moving Average Dalam Crypto? Simak Penjelasannya. Dalam melakukan trading pada pasar mata uang kripto, seorang trader harus menyusun rencana dan strategi.

Trader juga harus mampu membaca market trend suatu aset kripto menggunakan technical analysis dan indikator tertentu, salah satunya moving average.

Lantas, apa itu Moving Average dalam crypto?

Moving Average adalah indikator yang digunakan dalam menyaring banyaknya fluktuasi harga jangka pendek mata uang kripto. Penggunaannya secara umum adalah untuk mengidentifikasi arah tren dan menentukan level support serta resistansi suatu aset kripto.

Dua Jenis Moving Average

Setelah mengetahui apa itu Moving Average dalam crypto, kini saatnya untuk mengenal dua jenis moving average. Setelah itu akan dapat ditentukan jenis MA mana yang akan Anda ikuti sebagai investor maupun trader.

Simple Moving Average

Simple Moving Average (SMA) adalah perhitungan rata-rata suatu aset kripto selama periode waktu tertentu. Caranya dengan menambah harga terkini dan membaginya dengan jumlah periode waktu dalam rata-rata perhitungan.

SMA membuat harga trend terlihat lebih jelas. karena dapat disesuaikan dan dihitung untuk periode yang berbeda. Investor akan lebih mudah memprediksikan apakah harga aset kripto sedang trend ke atas atau ke bawah.

Exponential Moving Average

Exponential Moving Average (EMA) memilih harga yang lebih baru dan memberikan bobot yang lebih besar. Tujuannya agar harga tersebut lebih responsive terhadap info-info terbaru.

Ema berfungsi sebagai sinyal trend jangka panjang. Biasanya selama 50 atau 200 hari. Namun ada pula EMA 12 dan 26 hari yang digunakan untuk menunjukkan rata-rata trend secara jangka pendek.


EMA lebih cocok digunakan oleh mereka yang berdagang (trading) aset dan harus mencermati pasar yang bergerak cepat.

Penggunaan SMA dan EMA

Baik SMA maupun EMA memiliki sensitivitas masing-masing. Perbedaannya, EMA memberikan bobot yang lebih tinggi kepada harga yang terbaru. Sedangkan SMA memberikan bobot sama untuk semua harga.

EMA cenderung lebih reaktif terhadap perubahan harga terbaru. Hasil perhitungannya pun menjadi lebih tepat waktu. Hal ini menyebabkan kebanyakan trader menyukai EMA.

Moving Average didasarkan pada harga historis. Sehingga semakin lama periode waktunya, semakin besar pula lag-nya.

Moving Average jangka pendek (12 atau 20 hari) cocok digunakan untuk perdagangan jangka pendek. Begitu juga dengan MA jangka panjang. Namun kebanyakan investor dan trader mengikuti MA 50 dan 200 hari.

Kini setelah mengetahui apa itu Moving Average dalam crypto, sebagai trader Anda akan lebih mudah menentukan apakah akan menjual atau membeli sebuah aset kripto

(red/mii)

Author