Tiga Daftar Negara Larang Aset Kripto, Apakah Indonesia juga Termasuk?

by -10 Views
download

Tiga Daftar Negara Larang Aset Kripto, Apakah Indonesia juga Termasuk? Alasannya adalah mata uang tersebut

MEDIAINVESTASI.ID- Sejak kemunculannya pertama kali, uang kripto selalu menjadi kontroversi. Bahkan ada beberapa daftar negara larang aset kripto. Alasannya adalah mata uang tersebut mempunyai harga yang fluktuatif.

Perdagangan uang kripto di Indonesia sudah ada yang mengaturnya, yaitu Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi dan Kementerian Perdagangan.

Mata uang kripto yang ada di Indonesia masih dilarang sebagai alat tukar atau transaksi. Tapi, masih diizinkan sebagai aset investasi. Lalu, bagaimana dengan negara lain? Berikut beberapa negara yang melarang penggunaan mata uang kripto.

Daftar Negara Larang Aset Kripto
Tidak sedikit negara yang melarang adanya mata uang kripto. Mereka khawatir dengan gejolak harga mata uang tersebut yang selalu tidak stabil baru-baru ini. Bahkan ada beberapa negara yang melarang mata uang kripto karena sering digunakan sebagai Tindakan illegal.

Seperti pencucian uang, jual beli narkoba, dan lain sebagainya. berikut daftar negara larang aset kripto.

Mesir
Tahun 2018, badan penasihat di Negara Mesir telah mengeluarkan dekrit agama. Salah satu isi dekrit tersebut adalah pelarangan memakai uang kripto sebagai transaksi. Bahkan hukumnya menjadi haram. Hukum tersebut merujuk pada hukum Islam. Selain itu, juga larangan berdagang atau mempromosikan uang kripto tanpa lisensi Bank Sentral.

China
Negara China sudah mengeluarkan peraturan tentang pelarangan penambangan uang kripto. Selain itu, semua Rakyat China harus meninggalkan pasar aset tersebut. Bahkan wakil direktur Biro Perlindungan Keuangan menyebutkan bahwa masyarakat harus berhati-hati terhadap uang kripto, karena termasuk aset yang spekulatif.

Iran
Negara selanjutnya yang melarang peredaran mata uang kripto adalah Iran. Bank Sentral negara tersebut melarang semua perdagangan yang terkait dengan mata uang kripto yang ditambang di luar negeri. Padahal sekitar 4,5%, penambangan salah satu mata uang kripto terjadi di Negara Iran.

Itulah 3 daftar negara larang aset kripto. Selain tiga negara tersebut, masih ada beberapa negara yang juga melarang mata uang kripto sebagai alat transaksi.

Selain harganya yang fluktuatif, seringkali juga berimbas kepada pemerintahan. Meskipun termasuk larangan, beberapa negara tersebut juga sudah mulai mempertimbangkan larangan tersebut, karena perkembangannya tidak bisa dikendalikan. (Lyla Iswara)

Author