Uma Crypto, Ketahui Cara Kerjanya yang Unik

by -0 Views
Cara Menjadi Kaya dengan Crypto Harian, Uang Kripto Melemah, Tips Beli Altcoin untuk Pemula, Syarat Halal Kripto, Cara Kerja UMA Crypto , Tiga Faktor Pengaruhi Fluktuasi Mata Uang Kripto, Koin yang Sedang Trend, Teri Coin, Si Pendatang Baru Siap Bersaing
Teri Coin, Si Pendatang Baru Siap Bersaing

MEDIAINVESTASI.ID – UMA crypto merupakan salah satu token terkemuka terbesar kedua setelah Ethereum.

UMA singkatan dari Universal Market Access, memiliki tujuan menuju akses pasar terdesentralisasi. Dengan beragam pengguna yang memungkinkan siapa saja bisa membangun produk keuangan sendiri.

UMA juga memberikan kesempatan dan dukungan bagi penggunanya untuk membuat kontrak keuangan. Adapun bukti dukungannya adalah tersedianya fitur dan alat yang mudah diakses.

Penasaran cara kerja UMA dan keunikannya. Ikuti penjelasan berikutnya.

Cara Kerja UMA Crypto

UMA crypto merupakan protokol open source yang berdasarkan pada jaringan Ethereum, dan memberikan kepada siapapun untuk membuat kontrak keuangan.

Setiap pengguna akan membuat kontrak keuangan berbeda dengan kasus pemakaian dan tujuan yang berbeda.

Setiap pengguna bisa menjalankan lewat jaringan Ethereum, dan bisa membuat aset sintetis sendiri.

Adapun aset sintetis merupakan aset yang bisa meniru nilai aset yang lain. Aset tersebut terbuat melalui proses tokenisasi nilai-nilai pada kehidupan nyata.

Ada dua proyek yang dipakai oleh UMA, yaitu mengandalkan arsitektur kompleks yang menyangkut 2 komponen inti. Seperti Desain Kontrak Keuangan Tak Ternilai dan Decentralized Oracle Service. Sehingga bisa membuat aset sintetis lebih mudah dan ramah, serta desain kontrak yang mulus.

Desain Kontrak Keuangan Tak Ternilai pada UMA berisi template, yang memungkinkan setiap pengguna bisa membuat dan mengembangkan aset sintetis yang mereka rancang.

Sedangkan sistem Oracle memiliki dua komponen utama, yaitu Data Verification Mechanism (DVM) dan Optimistic Oracle Service.

UMA mengandalkan Likuidator, Sponsor, dan Perselisihan di dalam elemen integral jaringan. Ketiganya memiliki tugas masing-masing.

Seperti Sponsor bertugas membuat token sinetis, Likuidator mempunyai tugas melikuidasi posisi.

Sedangkan pihak yang berselisih bisa membuat keputusan sendiri, tidak tergantung pada keputusan Likuidator.

Pihak Likuidator berhak melikuidasi posisi kontrak yang tidak terjamin. Melihat indeks harga sintetis yang diberikan.

Setiap pemegang UMA bisa memiliki kekuatan voting berdasarkan jumlah saldo UMA yang dimiliki.

Itulah cara kerja dari UMA Crypto. Adanya protokol UMA membuat siapa saja bisa memiliki aset sintetis yang bisa berupa cryptocurrency.

Jadi, pengguna UMA bisa saja mempunyai uang kripto tanpa harus memegang aset cryptocurrency sebenarnya. Bagaimana, tertarik dengan UMA?

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author