Sritex Berpotensi Delisting, Apa Alasannya?

by -0 Views
Sritex Berpotensi Delisting
Sritex Berpotensi Delisting

MEDIAINVESTASI.ID, – Sritex Berpotensi Delisting. Emiten PT. Sri Rejeki Isman Tbk perdagangan sahamnya sudah dihentikan sejak 18 Mei 2021. Bursa Efek Indonesia mengumumkan Sritex berpotensi delisting.

Pengumuman tersebut ada dalam surat yang ditandatangani Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3. 

Alasan Sritex Berpotensi Delisting

Setelah penghentian sementara perdagangan SRIL selama 6 bulan, pada akhirnya harus melakukan penghapusan pencatatan. Di dalam surat pengumuman tentang proses delisting.

Proses penghapusan pencatatan ini mengacu pada Peraturan Bursa tentang Pencatatan Kembali dan Penghapusan Pencatatan. Ada dua alasan yang menjadi penyebabnya, yaitu:

Alasan Pertama
Perusahaan telah mengalami kondisi yang berpengaruh negatif terhadap keberlangsungan usaha. Hal ini dapat dinilai secara finansial maupun hukum. 

Juga bisa terhadap kelangsungan statusnya sebagai perusahaan terbuka. Terutama bila perusahaan tidak dapat menunjukkan indikasi akan adanya pemulihan yang memadai. 

Alasan Kedua
Saham dari perusahaan yang tercatat sebagai akibat dari suspensi di pasar reguler maupun pasar tunai, sekurang-kurangnya 24 bulan terakhir. Bursa Efek Indonesia akan mengeluarkan peringatan kepada seluruh pasar pada sesi I perdagangan. 

Suspensi tersebut merujuk pada surat elektronik yang berkaitan dengan penundaan pembayaran pokok sehingga Sritex berpotensi delisting. Penundaan tersebut sebagai akibat dari PT. KSEI belum menerima dana pembayaran Medium Term Notes dari Sritex.

Pada saat terjadinya suspensi, saham PT Sri Rejeki Isman berada pada posisi Rp. 146 per lembarnya. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, PT Huddleston Indonesia memiliki saham sebanyak 59,03 persen.

Sedangkan masyarakat memiliki saham sekitar 39,89 persen. Dirut PT Sri Rejeki Isman, Iwan Setiawan memiliki saham sebanyak 0,52 persen. Untuk wakil dirut utama, Iwan Kurniawan Lukminto memiliki saham sekitar 0,52 persen.

Tidak hanya melakukan perpanjangan penghentian sementara, PT Sri Rejeki Isman juga harus membayar denda sebesar 150 juta rupiah. Adapun denda ini sebagai akibat dari pelanggaran aturan yang telah dilakukan.

Hal tersebut sudah ada dalam peringatan tertulis III karena keterlambatan penyampaian laporan keuangan yang telah berakhir per 31 Maret 2021.

Pengumuman Sritex berpotensi delisting oleh Bursa Efek Jakarta bisa dijadikan informasi bagi pemegang saham. 

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author