Apa Saja Aset Crypto yang Turun Drastis?

by -2 Views
trading crypto
( , Undefined, 12

MediaInvestasi – Sebagaimana layaknya investasi, sering terjadi fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Salah satunya adalah trend turun. Crypto yang turun drastis tentu akan membuat investor semakin memperhatikan nilainya. Begitu pun dengan cryptocurrency kadang ada waktunya naik dan turun. 

Bagaimana Dengan Aset  Crypto Yang Turun Drastis?

Apa Saja Aset Crypto yang Turun Drastis?

Crypto yang turun drastis pada akhir tahun 2021 salah satunya adalah Bitcoin mengalami penurunan drastis hingga pada titik 42.000 dollar AS per koinnya. Aset digital yang merupakan kapitalisasi terbesar pada cryptocurrency mengalami penurunan hingga 40 persen hingga titik ATH.

Berdasarkan data yang ada pada CoinDesk penurunan yang terjadi ini merupakan titik paling rendah pada Bitcoin  dibandingkan dengan September 2021.

Akibat Penurunan Crypto

Pada dunia investasi, kadang  beberapa faktor akan saling berhubungan, jika satu faktor mengalami penurunan, maka yang lain akan ikut terimbas. Oleh karena penurunan mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesarnya ini maka yang lainnya pun ikut mengalami penurunan.

Di waktu yang sama , koin digital yang mengalami penurunan adalah Ethereum  (ETH), Avalanche (AVAX), dan Shiba Inu (SHIBA). Ketiganya mengalami penurunan hingga sebesar 15 persen. Sementara  Binance Coin ( BNB) mengalami penurunan sebanyak 13 persen. Koin yang lainnya sebanyak 18 persen. 

Polkadot (DOT) sebanyak 25 persen, Cardano (ADA)  sebanyak 20 persen. Ripple (XRP) 26 persen, dan Dogecoin 25 persen.

Menurut co-founder Zip Max Indonesia, koreksi tersebut merupakan hal yang normal dan biasa terjadi pada sebuah instrumen investasi.  Hal ini tentunya tidak dapat dielakkan namun masih dapat dimanfaatkan sebagai koreksi nilai investasi.

Hal ini dapat dimanfaatkan oleh investor untuk memanfaatkan kejadian yang ada sesuai dengan profil yang mereka miliki. Dengan demikian  BTC dapat dianggap sebagai pengurangan harga untuk memasuki pasar dan membeli di harga yang lebih murah atau melakukan buy the dip.

Sedangkan bagi mereka yang berinvestasi dengan tingkat toleransi yang kecil, dapat membeli Bitcoin secara akumulatif atau menggunakan teknik  pembelian dollar cost average.

Dengan nilai crypto yang turun drastis dari nilai nilai awal, Anda harus melihat kembali  tujuan dari investasi yang sedang lakukan. Selamat berinvestasi.

Baca juga: Broker Crypto Terbaik Indonesia dan Dunia

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author