Rekomendasi Saham Emiten Telekomunikasi, Mana yang Lebih Tokcer

by -0 Views
Rekomendasi Saham Emiten Telekomunikasi, Mana yang Lebih Tokcer

MediaInvestasi – Keberadaan saham emiten telekomunikasi dan operator mengalami penurunan pada Januari 2022. Salah satu contohnya yakni, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) sudah terkoreksi sekitar 4,73 persen dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun 5.65 persen secara year to date.

Kemudian diikuti oleh PT Toer Bersama Infrastructure Tbk mengalami minus mencapai 0,34 persen. PT Sarana Menara Nusantara Tbk turun sekitar 6,78 persen, sedangkan PT Dayamitra Telekomunikasi pada 3,61 persen.

Berbeda dengan operator lain, PT Telkom Indonesia mengalami peningkatan sekitar 3,47 persen secara year to date. Hal tersebut disusul oleh PT Smartfren Telecom Tbk senilai 9,2 persen karena rally baru yang terjadi sekitar 2 hari.

Sebab Saham emiten telekomunikasi Alami Penurunan

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama memberikan penilaian, turunnya saham operator dan menara telekomunikasi lantaran antisipasi dari pihak pelaku pasar karena penyebaran Covid-19 jenis Omicron.

Apalagi angka fluktuasi di pasar uang secara global juga dapat mempengaruhi gerak dari IHSG. Dalam kurun waktu pendek dan menengah, Okie menunjukkan pergerakan dari saham-saham tersebut masih belum signifikan. Hal itu juga disebabkan tekanan global sekarang terbilang besar.

Okie mengungkapkan, sentimen yang memicu kenaikan saham telekomunikasi lantaran pengendalian angka Covid-19 jenis Omicron. Selain itu, pemulihan ekonomi Indonesia sudah rilis kinerja keuangan 2021 diperkirakan tidak memicu pengaruh cukup banyak.

Hal itu karena harga sekarang telah bergerak harga ini dengan perkiraan perbaikan performa keuangan tahun 2021.

Saham Menara Telekomunikasi Turun Akibat Ulah Pelaku

Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan turut menambahkan, angka penurunan yang terjadi pada saham emiten telekomunikasi juga dipengaruhi oleh aksi mengambil keuntungan dari para pelaku pasar. Hal itu lantaran saham tersebut cenderung merekam rally tahun 2020.

Sedangkan, kenaikan yang tercatat TLKM juga didukung oleh faktor secara teknis. Menurut Valdy, apabila ditarik dari tahun 2020. TLKM belum memberikan penguatan secara signifikan.

Okie juga melihat kinerja dari operator sekaligus penyedia menara telekomunikasi masih terus berkelanjutan tahun 2022. Percepatan dari angka pemulihan ekonomi terintegrasi dengan pemakaian teknologi dianggap memiliki dampak pada emiten menara maupun telekomunikasi.

Untuk saham emiten telekomunikasi, pemerataan menara sekaligus base transceiver station (BTS) memerlukan realisasi upaya dari pemerataan infrastruktur Indonesia. Hal tersebut terbukti pemerintah menetapkan anggaran pembangunan sekitar 2.344 BTS terutama di daerah tertinggal, terpencil sekaligus terdepan pada tahun 2022.

Baca juga: Saham Adaro Mineral Dihentikan, Naiknya Sungguh Signifikan

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author