Hukum Kripto Menurut MUI Haram, Apakah Perlu Ditinjau Ulang?

by -1 Views
hukum kripto

MediaInvestasi – Perkembangan mata uang kripto di Indonesia terganjal hukum kripto menurut MUI. Tidak hanya sebagai mata uang yang diharamkan, aset kripto juga berlaku sama. Alasan yang mendasarinya adalah tidak adanya bentuk fisik.

Kaji Ulang Hukum Kripto Menurut MUI

Hukum Kripto Menurut MUI Haram, Apakah Perlu Ditinjau Ulang?

Tidak adanya kepastian dalam dalam transaksi mata uang kripto bertentangan dengan syariat Islam. Keputusan dari MUI telah melalui berbagai kajian, sekaligus sebagai bentuk perlindungan umat Islam dalam hal transaksi. Namun, ada perspektif berkaitan dengan penggunaan kripto, yaitu:

Sifatnya yang Universal

Teknologi yang ada di dalam kripto, yakni blockchain hadir untuk menjawab tantangan zaman. Ini menjadi alasan pertama perlu adanya pengkajian ulang hukum kripto menurut MUI.

Hadirnya uang digital ini sebagai solusi untuk menjawab kesenjangan nilai tukar mata uang antar negara yang dirasa tidak adil. Fakta yang terjadi, nilai tukar mata uang sebuah negara bisa menjadi sangat rendah dibandingkan negara lain. 

Lahirlah mata uang digital berupa kripto sebagai mata yang tunggal, namun penggunaannya bisa untuk seluruh dunia. Sehingga harapan dari mata uang kripto ini bisa menjadi solusi dari kesenjangan nilai tukar. Keberadaannya bisa memperkecil kesenjangan dari nilai tukar tersebut.

Menyoroti dari segi keamanan yang ada dalam sistem blockchain juga bisa menjadi solusi dari masalah keamanan. Sistem tersebut selayaknya buku besar yang mencatat semua transaksi yang terjadi. Serta sistem penyimpanan terdesentralisasi akan sangat memudahkan.

Dampak Fatwa Terhadap Sektor Lain

Penggunaan mata uang kripto telah melebar kepada sektor lain. Hal ini karena sistem smart contract yang ada dalam sistem kripto menguntungkan jika diterapkan pada sektor lain. Sebab, sistem berjalan secara otomatis terhadap pihak-pihak yang mengadakan perjanjian. 

Sektor perbankan, industri farmasi, real estate dan masih banyak lagi, telah menerapkan sistem ini. Teknologi blockchain telah meluas ke berbagai pelaku pasar baik yang bisnisnya masih kecil hingga yang memiliki pangsa pasar besar. 

Meskipun masih ada alasan lain, misalnya pasar kripto yang sifatnya fluktuatif perlu masih menjadi masalah. Di sisi lain, negara-negara barat mendorong hukum kripto menurut MUI segera membuat kebijakan umum di sektor keuangan. Sedangkan di negara Uni Emirat Arab sudah melegalkan penggunaan aset kripto ini. 

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author