Russia Banned Crypto, Mengikuti Jejak China Sebelumnya

by -1 Views
paper g297807581 1280

MediaInvestasiRussia Banned Crypto setelah sebelumnya Tiongkok yang melarang keras tindakan mining kripto ini tahun lalu. Secara mengejutkan, Kamis (19/1/22) bank sentral Rusia memberikan pernyataan melarang tindakan penambangan dan penggunaan aset uang kripto di negara mereka.

Alasan Russia Banned Crypto

bitcoin g7d8243acb 1280 1

Bank Sentral dengan tegas menyatakan bahwa pelarangan tersebut karena bisa berbahaya untuk kelangsungan masa depan ekonomi. Seperti stabilitas keuangan, kesejahteraan warga dan kebijakan moneter negara.

Suatu langkah besar dan mengejutkan dilaporkan oleh Rusia tersebut. Karena beberapa negara yang lainnya di Asia sampai di Amerika merasa cemas tentang masa depan yang gelap. Seperti digunakan untuk pencucian uang dan pendanaan korupsi. Karena juga bisa membahayakan sistem keuangan dan moneter juga.

Sebelumnya sudah diketahui, memang Rusia memperdebatkan tentang bahaya mata uang kripto ini selama bertahun-tahun. Karena rentan sekali bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak jahat. Terlihat aman untuk tindakan pendanaan teroris dan pencucian uang. Dengan perdebatan tersebut akhirnya memberikan status hukum di tahun 2020 silam.

Dalam pernyataan tambahan di hari kemarin, bank sentral menyebutkan bahwa aset kripto ini terlihat sangat spekulatif. Seperti terlihat karakteristik piramida keuangan, jadi bisa menggelembung suatu saat nanti.

Rusia mengusulkan kepada lembaga keuangan untuk tidak menggunakan asset kripto. Selebihnya untuk menutup suatu layanan yang menukarkan mata uang kripto dengan mata uang fiat.

Respon Terhadap Tindakan Rusia Memboikot Kripto

Russia Banned Crypto, Mengikuti Jejak China Sebelumnya

Menanggapi tindakan Rusia ini, pihak pertukaran Binance menyebutkan kepada Reuters bahwa pihaknya bakal terus berkomitmen dengan pihak regulator. Berharap ada dialog untuk membahas permasalahan ini dan melindungi kepentingan para pengguna kripto di Rusia.

Dari data yang sudah dilaporkan oleh bank sentral Rusia, menyebutkan bahwa pengguna kripto aktif di negara tersebut mempunyai volume transaksi sampai dengan 5 miliar dollar AS.

Tindakan ini tindak lanjut dari keputusan dari negara Tiongkok. Negara tirai bambu tersebut mengutuk keras terhadap cryptocurrency terhadap segala hal yang berkaitan dengan aset tersebut. Dari keputusan tersebut langsung memukul keras pergerakan nilai di pasar kripto.

Seperti saat ini, Bitcoin yang menjadi aset nomor satu di pasar kripto harus tumbang di kisaran 35.000 Dolar AS. Begitupun Ethereum berada di kisaran 2.400 USD. Semua itu merupakan dampak dari tindakan Russia Banned Crypto.

Baca juga: Pasar Kripto Anjlok, Benarkah Dampak Dari The Fed?

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author