Potensi Bisnis Metaverse dan Akuisisi Industri Video Game oleh 2 Raksasa

by -0 Views
Potensi Bisnis Metaverse

Media Investasi – Potensi bisnis Metaverse mengakibatkan semakin banyaknya akuisisi industri video game. Banyak yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk memanfaatkan potensi bisnis di ruang virtual ini. Kegiatan sosialisasi, interaksi, serta bisnis di Metaverse mencuatkan peluang gemilang bagi industri video game.

Transaksi Akuisisi Bukti Potensi Bisnis Metaverse

Di tahun 2022 ini transaksi akuisisi melonjak, bahkan hanya berjangka 10 hari terjadi 2 kesepakatan transaksi video game bernilai fantastis. Akibatnya hal tersebut mampu mengantarkan dua transaksi tersebut menjadi akuisisi video game terbesar.

Take-Two Interactive

Potensi Bisnis Metaverse dan Akuisisi Industri Video Game oleh 2 Raksasa

10 Januari lalu diketahui bahwa Take-Two Interactive membeli semua saham Zynga. Take-Two Interactive menyerahkan pembayaran tunai sebesar US$3,50 dan US$6,36 berbentuk saham. Total harga saham Zynga dihargai US$9,86 per sahamnya.

Potensi bisnis Metaverse ini membuat game konsol kenamaan memberi premi sebanyak 64 persen dibandingkan harga saham Zynga saat penutupan sebelum transaksi di bursa.

Jika dijumlahkan secara keseluruhan, nilai total pembelian saham video game mobile itu menyentuh US$12,7 miliar. Bila dirupiahkan, nilai itu lebih dari Rp181,7 triliun.

Microsoft Corp

Potensi Bisnis Metaverse dan Akuisisi Industri Video Game oleh 2  perusahaan Raksasa

Pembelian saham Zynga oleh Take-Two Interactive memang menyedot perhatian. Akan tetapi, yang dilakukan Microsoft Corp lebih mencengangkan lagi. Perusahaan raksasa di bidang cloud tersebut memborong Activision Blizzard.

Microsoft Corp menawar saham Activision Blizzard seharga US$95 per sahamnya. Premi yang terukur sebanyak 45 persen dari harga bursa dan saham game Call of Duty tersebut akan dilunasi Microsoft.

Secara keseluruhan nilai kesepakatan akuisisi kedua pihak menyentuh angka US$58,7 miliar. Jika diubah menjadi rupiah total nilainya lebih dari Rp983 triliun.

Langkah ini tidak memukau semua kalangan, mereka di luar perebutan memandang lain peristiwa tersebut. Contohnya David Malpass selaku Presiden Bank Dunia.

Dia mengatakan dalam momen virtual Peterson Institute for International Economics, “Anda harus mempertanyakan, apakah ini alokasi modal terbaik?” Pernyataan tersebut dikutip oleh Routers pada hari kamis 20 Januari lalu. 

Itulah dua peristiwa pemborongan saham video game yang dilakukan perusahaan besar karena potensi bisnis Metaverse. Hal ini tentu tidak terlepas dari keuntungan yang terbayang nantinya.

Baca juga Game Crypto Tanpa Modal, Ada 4 yang Wajib Anda Coba!

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author