Suku Bunga Atraktif, Sektor Properti Menggeliat

by -1 Views
Suku Bunga Atraktif

MediaInvestasi-Pada bulan Januari 2022, rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Keputusan suku bunga atraktif ini  menjadi dasar bagi perbankan untuk menetapkan besaran suku bunga yang diberikan kepada pelanggan di Indonesia. Yaitu pada level 3,50 persen 7 day reverse repo rate.

Keputusan Tentang Suku Bunga Atraktif

Suku Bunga Atraktif, Sektor Properti Menggeliat

Keputusan suku bunga atraktif ini ini tentu menjadi angin segar bagi sejumlah sektor ekonomi dan industri. Keduanya memang memiliki fokus pada bidang keuangan, termasuk di dalamnya adalah property. Dengan hal tersebut, sektor yang paling ditunjang merupakan konsumen KPR atau kredit kepemilikan rumah.

Tren Suku Bunga

Jika pada akhirnya suku bunga akan mengalami kenaikan, Analis masih melihat bahwa trendnya akan naik. Tetapi dampak terhadap konsumsi KPR akan tetap terjaga dengan baik.

Walaupun demikian, sebenarnya pada tahun 2022, mungkin saja terjadi kenaikan sebesar 50 bps atau dua kalinya. Akan tetapi bila memang terjadi peningkatan suku bunga acuan, analisis merasa bahwa pengaruhnya tidak akan signifikan. Hal ini melihat bahwa suku bunga acuan sudah turun hingga 150 bps.

Selain itu pula, sentimen timbul dari Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atas pembelian properti yang diperpanjang hingga pada bulan Juni 2022. 

Intensif fiskal tersebut akan memiliki dampak yang positif walaupun tidak terlalu signifikan daripada tahun lalu. Hal ini mengingat bahwa besaran insentif yang diberikan jauh lebih kecil dibandingkan dengan tahun lalu.

Besaran PPN DTP pada tahun 2022 ini berkurang sebesar 50 persen jika dibandingkan dengan tahun 2021. Oleh karena itu penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan penetapan harga penjualan paling tinggi adalah 2 miliar rupiah. Maka insentif PPN DTP yang akan diterima adalah sebesar 50 persen.

Sementara itu, untuk rumah tapak dan susun dengan harga jual diatas Rp 2 miliar hingga 5 miliar, insentif PPN DTP yang diberikan sebesar 25 persen. Berkurang dari tahun lalu.

Saham

Saham  PWON dan SMRA akan menjadi hal yang menarik pada tahun 2022. Pembukaan ekonomi akan menarik sentimen positif terhadap saham mall dan property. Berita baiknya kedua saham ini direkomendasikan sebagai target buy.

Demikianlah suku bunga atraktif pada awal tahun ini dapat mempengaruhi semua sektor, khususnya property. Sebuah  berita baik bagi semua customer KPR dan kredit.

Baca juga :IHSG Hari Ini, Apakah Akan Menguat Sampai Minggu Depan?

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author