Saham yang Berpotensi Naik di Tengah Gempuran Omicron

by -0 Views
saham yang berpotensi naik

Media Investasi – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan ada 20 saham yang membawa kabar baik. Meski gempuran Omricon tampak di depan mata. Saham yang berpotensi naik ini diprediksi akan memberi capital gain sebesar 20 persen. Jauh melampaui prediksi pertumbuhan berdasar Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) yang hanya berkisar 12-15 persen.

Daftar Saham yang Berpotensi Naik, Masih Menjanjikan di Tahun 2022

Saham yang Berpotensi Naik di Tengah Gempuran Omicron

Analisis dari PT Sucor Sekuritas, Hendriko Gamo mengutarakan pandangannya tentang saham 2022. Investasi saham masih sangat menjanjikan karena pemerintah terus menunjukan progress perbaikan ekonomi nasional.

Meski ancaman virus covid-19 varian Omicron masih terasa, namun dampaknya tidak terlalu hebat. Dan Ekonomi tampaknya dapat bertahan.

Investor bisa kembali mengakumulasi saham yang berpotensi naik. Tidak perlu takut keadaan akan kembali lesu. Pasalnya keadaan ekonomi terus diperbaiki agar bisa normal kembali seperti semula.

Berbeda dengan obligasi yang kemungkinan akan kembali mengalami fluktuasi harga. Terlebih lagi suku bunga akan segera dinaikkan oleh seluruh bank di seluruh dunia, termasuk Bank Indonesia.

Namun, di sisi lain saham perbankan juga akan mengalami return tinggi. Di mana pemulihan ekonomi serta pinjaman yang kembali menggeliat membuat sahamnya semakin diminati.

Pada saat ini, saham perbankan yang dilirik antara lain adalah :

  1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target harga Rp 8.000.
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) target harga Rp 9.000.
  3. BNGA harga Rp 1.900. 
  4. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) target Rp 2.000.
  5. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) target harga Rp 5.200.

Prediksi IHSG akan cenderung hijau

Pada pekan lalu, IHSG ditutup dengan adanya penguatan. Sehingga para analis pun memperkirakan IHSG akan bertahan dalam zona sama pekan ini. Pada pekan kemarin, IHSG mengalami penguatan sebanyak 0,49 persen. Meski di hari pertama tampaknya terjadi penurunan, diyakini sifatnya tidak panjang.

Volume bursa harian juga mengalami penguatan sebanyak. 5,49 persen. Dari angka 17,731 miliar saham menjadi 18, 761 miliar saham.

Bahkan para analisis juga mengatakan kenaikan jangka pendek IHSG masih berpotensi berlanjut. Sedangkan saham yang dicermati anataain adalah BBCA, UNVR, TLKM, ASII, SMGR, AKRA serta AALI. 

Hanya saja perlu waspada dengan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga. Ini mungkin akan sedikit menghambat pergerakan saham secara keseluruhan.

Pasar saham yang berpotensi naik ini pun membawa pengaruh pada aset digital crypto. Uang digital itu mulai merosot harganya karena para investor kembali berpaling pada saham.

Baca juga Daftar Perusahaan Saham Salim Group yang Dikenal Masyarakat Indonesia

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author