Mata Uang Kripto Terbaru, Lihat Trendnya!

by -1 Views
Mata Uang Kripto Terbaru

MediaInvestasi – Bagi investor cryptocurrency, mungkin sudah terbiasa dengan segala perubahan yang berhubungan dengan aset digital ini. Termasuk di dalamnya berita tentang trend mata uang kripto terbaru. Inilah yang membuat banyak orang yang terlibat selalu merasa bergairah dengan trend yang sedang terjadi.

Apa Penyebab  Koreksi Mata Uang Kripto Terbaru?

Mata Uang Kripto Terbaru, Lihat Trendnya!

Berita tentang mata uang kripto terbaru adalah Bitcoin yang terus mengalami koreksi sejak pekan lalu. Harganya merosot hingga membuat nilai kapitalisasi pasar global turun hingga lebih dari 1 triliun dollar AS.

Berdasarkan data pada website Coin Metric, harganya terjun bebas hingga 15 persen. Bitcoin kini berada di pasar berada kisaran 35.000 dollar AS per kepingnya. Atau jika dirupiahkan senilai dengan 501,5 juta keping. Parahnya, dalam jangka 24 jam, harganya mengalami koreksi dengan kembali turun sebanyak 3,23 persen.

Jika dilihat dari catatan kenaikannya, harga Bitcoin kali ini merupakan yang terendah. Padahal pada November 2021, mata uang digital ini mengalami kenaikan tertingginya pada kisaran 69.000 dollar AS. Hingga pekan ini, sudah tercatat besarnya penurunan Bitcoin sebanyak 40 persen.

Dampak Bitcoin Anjlok

Bitcoin memang sering kali menjadi trendsetter pada instrumen cryptocurrency, sehingga anjloknya nilai aset digital ini akan berimbas pada koin yang lainnya. Anjloknya Bitcoin memiliki dampak yang besar terhadap putaran nilai kapitalisasi pasar mata uang kripto di dunia.Penyebabnya adalah sampai sekarang Bitcoin merupakan mata uang kripto yang memiliki cap market value terbesar di dunia.

Dari hasil pantauan, mata uang kripto lainnya seperti Ethereum yang merupakan aset digital terbesar setelah Bitcoin juga mengalami penurunan sebesar 6,27 persen dengan harga 2.500 dollar AS per kepingnya. Sementera Dogecoin yang pernah to the moon juga mengalami penurunan sebesar 4,09 persen.

Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan Bank Sentral Rusia yang melarang aktivitas penambangan aktif serta segala aktivitas yang berhubungan cryptocurrency sejak 2021. Menyusul China yang sudah memberlakukan larangan tersebut.

Penurunan nilai mata uang kripto terbaru ini merupakan salah satu resiko dari investasi.  Mulai sekarang, siapkanlah diri Anda untuk koreksi yang mungkin saja terjadi lagi di masa mendatang.

Baca juga : Pemilik Crypto Secara Global, Berapa Jumlahnya?

Author