Saham Untuk Trading, Cermati Cara Memilihnya

by -0 Views
Saham Untuk Trading

MediaInvestasi – Para investor saham yang sering melakukan transaksi di lantai bursa, pasti mengenal betul jenis saham untuk trading. Pasalnya dengan jangka waktu yang pendek ketika akan melakukan transaksi,  para trader harus memiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan keuangan yang dimilikinya. Namun lebih dari itu juga, yaitu memiliki  kecermatan yang bisa jadi berdasarkan insting atau analisis dalam memilih saham yang akan untung.

Cara Memilih Saham Untuk Trading

Saham Untuk Trading, Cermati Cara Memilihnya

Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, trader harus mampu mengambil keputusan, apakah saham yang sejatinya berfluktuasi tersebut layak dilakukan transaksi. Oleh karenanya, Anda harus memiliki   pengetahuan dasar tentang bagaimana memilih saham untuk trading.

Saham Bervolatile Tinggi

Pilihan pertama jatuh pada stock yang memiliki volatilitas tinggi. Karena produk tersebut akan lebih mudah dilakukan analisis terhadap lonjakan harga. Serta lead yang terjadi pada market. Dengan demikian, saham yang dicari adalah stock yang mengalami pergerakan cuku tinggi dan cenderung atraktif.

Saham Dalam Daftar Index Tertentu

Pada lantai Bursa Efek Indonesia terdapat daftar saham yang dikenal dengan LQ45. List ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan proses transaksinya  Ada pula sejumlah indeks saham yang dapat dijadikan patokan.

Antara lain adalah indeks acuan, indeks harga saham gabungan atau IHSG, indeks sektoral saham misalnya gabungan properti, keuangan, konsumer, atau yang lainnya. Hingga yang termasuk dalam IDX30.

Anda dapat memilih sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan. LQ45 artinya adalah indeks pasar saham di yang ada pada stock market yang terdiri dari 45 perusahaan yang sudah melantai. Sementara IDX30 adalah kriteria saham yang memiliki likuiditas paling tinggi.

Periode Trading

Anda juga perlu menentukan jangka waktu trading yang diperlukan, jangka panjang atau pendek. keduanya memiliki risiko yang berbeda. Semua tergantung bagaimana profil Anda dalam menanggungnya.

Pada trading jangka pendek, risiko kerugian yang akan ditanggung lebih besar, namun profit yang didapatkan akan lebih cepat. Bila dilakukan dalam jangka panjang, maka kesempatan profit akan lebih besar. terlebih lagi jika saham tersebut memiliki kinerja yang baik.Sebagai trader, Anda harus memastikan bahwa saham untuk trading sesuai dengan risiko dan usaha yang dilakukan. Semua ini tentu bermuara pada tujuan akhir, yaitu cuan.

Baca juga : Cek Saham Syariah, Investasi Akan Semakin Mudah!

(red/mii)

Baca Juga: Bitcoin Tembus di Atas $56K, Penyebab Kenaikan Harga Bitcoin


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author