Hukum Reksadana dalam Islam, ini Fatwa MUI

by
mutual fund g42f8f72b4 1920

MediaInvestasi – Hukum Reksadana dalam Islam perlu diketahui kaum muslimin karena menjauhi yang haram adalah sebuah kewajiban. Halal dan haram dalam Islam tidak hanya pada makanan saja tetapi juga cara mendapatkan makanan dan biaya kehidupan tersebut. Masih banyak umat muslim yang ragu untuk melakukan investasi reksadana karena tersangkut kejelasan status halal haramnya.

Untuk Anda yang ingin meyakinkan diri sebelum terjun ke reksadana, mari simak uraian ini hingga tuntas untuk kejelasan halal haramnya.

Hukum Reksadana dalam Islam menurut Majelis Ulama Indonesia MUI

Hukum Reksadana dalam Islam, ini Fatwa MUI
8

Majelis Ulama Indonesia telah menjelaskan status investasi reksadana sebagai proses jual beli yang halal dalam Islam. Jadi, Hukum Reksadana dalam Islam adalah halal.

Fatwa MUI No. 20/DSN/-MUI/IV/2001 menjelaskan bahwa diperbolehkan umat muslim berinvestasi di sektor reksadana. Hal ini dengan pemanfaatan return yang dihasilkan.

Jual beli atau muamalah selalu diperbolehkan asalkan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Syariat yang mesti diketahui di antaranya adalah:

  • Mudharabah merupakan kondisi seseorang yang menitipkan hartanya pada orang lain untuk diperdagangkan. Keuntungan perdagangan dibagi rata untuk pedagang dan dirinya sesuai kesepakatan.
  • Wakalah merupakan pelimpahan kuasa dari satu pihak ke pihak lain untuk melakukan hal-hal yang boleh diwakilkan.

Untuk kasus investasi reksadana pihak ini dinamakan investor dan dan manajer yang menerima investasi.

Solusi Reksadana Syariah

Investasi di reksadana adalah kumpulan aset yang dititipkan oleh investor dan dikelola oleh manajer investasi. Investasi ini banyak bentuknya bisa surat utang, deposito, juga saham. 

Anda yang merupakan umat muslim juga bisa melakukan investasi ini dengan mengikuti investasi reksadana syariah. Dalam investasi ini segala hal dilakukan sesuai dengan hukum ekonomi Islam. Deposito dan obligasi disesuaikan dengan prinsip syariat dengan transaksi jual beli yaitu akad sewa-menyewa (ijarah dan bagi hasil (mudharabah).

Sebenarnya emosi juga memperbolehkan investasi reksadana saham asalkan hal-hal berikut tidak dilanggar, di antaranya:

  • Bukan usaha perjudian
  • Lembaga investasi konvensional
  • Tidak membuat, mendistribusikan, dan memperjual-belikan makanan dan minuman haram (khamr).

Berikut beberapa contoh investasi reksadana saham yang sesuai syariat Islam:

  • Indonesia Sharia Stock Index (ISSI)
  • Jakarta Islamic Index (JII).

Hukum Reksadana dalam Islam kini tentunya sudah terjawab dan Anda tidak perlu ragu lagi untuk melakukan investasi.

baca juga: Perdagangan Saham Waskita Dihentikan BEI, Kenapa?