Perdagangan Saham Waskita Dihentikan BEI, Kenapa?

by -17 Views
entrepreneur g7a9def4c1 1920

MediaInvestasi – Perdagangan saham Waskita dihentikan pada bulan Februari kemarin. Kabar ini tentu menjadi tanda tanya pada sebagian orang. Mari kita ketahui apa saja yang menjadi penyebab pemberhentian perdagangan yang dilakukan BEI ini.

Penyebab Perdagangan Saham Waskita Dihentikan

Perdagangan Saham Waskita Dihentikan BEI, Kenapa?

Pemberhentian perdagangan saham milik Waskita ini dipicu oleh tertundanya pembayaran obligasi.

Melihat surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. KSEI-0321/DIR/0122 pada 28 Januari 2022. Emiten berkode WSBP tersebut tidak langsung membayar alias menunda bunga ke-9 Obligasi Berkelanjutan. Waskita Beton Precast Tahap 2 pada Tahun 2019 (WSBPP01CN2).

BEI bertindak dengan melakukan pemberhentian perdagangan sementara bagi saham dan obligasi WSBP di segala pasar. Perdagangan saham Waskita dihentikan dimulai dari sesi pertama pada tanggal 31 Januari 2022 sampai adanya titik terang berupa pengumuman selanjutnya.

“Dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, serta efisien maka BEI memutuskan untuk memberikan pemberhentian sementara. Pada Perdagangan Efek (Saham dan Obligasi) PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP, WSBP01CN1 dan WSBP01CN2).”

Ini tertuang dalam surat yang berisi tanda tangan dari 3 Divisi Penilaian Perusahaan BEI. 3 orang ini di antaranya, Goklas Tambunan, Kepala Divisi Pengaturan, dan Operasional Perdagangan BEI.

pos kita sekarang berstatus menunda kewajiban pembayaran utang sementara selama 45 hari. Tepatnya akan berakhir pada tanggal 11 Maret setelah diputuskan pada tanggal 25 Januari 2022 lalu. Keputusan ini diberikan oleh Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Utang WSBP berjumlah sekitar Rp.3.35 miliar.

Hal ini juga membuat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan I tahun 2019 PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Dari besaran Rp.2 triliun menjadi “idD”, sedangkan sebelumnya “idBBB-”.

Predikat ‘idD’ atau ‘default’ memiliki arti bahwa obligor telah gagal membayar seluruh kewajiban finansialnya yang jatuh tempo. Kewajiban ini termasuk atas kewajiban yang sudah diperingkat dan tidak diperingkat.

Pada perdagangan terakhirnya, WSBP berhenti di angka Rp.95 per saham. Kinerjanya pun anjlok dalam sebulan terakhir.

BEI telah memberikan predikat “M” pada WSBP yang berarti adanya permohonan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).

Dengan perdagangan saham Waskita dihentikan, kegiatan jual beli persahaman PT tersebut otomatis tidak bisa dilakukan. Waktu pemberhentian sementara ini belum diberitahukan kapan jelasnya akan berakhir.

Baca Juga: Grab Akuisisi Saham Jaya Grocer 75 Persen

Author