Prediksi Saham Emiten Batu Bara Pasca Pintu Ekspor Dibuka

by -0 Views
saham emiten batu bara

Media Investasi – Pertanggal 1 Februari 2022, pemerintah kembali membuka pintu ekspor batu bara. Ini menyikapi permintaan global yang tinggi dan suplai yang terus menipis di pasar internasional. Bagaimana nasib saham emiten batu bara pasca kebijakan tersebut rilis?

Aturan Pemerintah Tentang Ijin Ekspor Batu Bara

Prediksi Saham Emiten Batu Bara Pasca Pintu Ekspor Dibuka

Sejak 1 Februari 2022, pemerintah melalui kementrian ESDM mulai mengijinkan ekspor komoditas batu bara. Namun demikian, ekspor ini hanya bisa dilakukan dengan syarat. 

Perusahaan harus sebelumnya sudah memenuhi kewajiban untuk standar pasokan pasar lokal atau domestic market obligation (DMO). Dan bila belum memenuhi kewajiban, ekspor tetap dapat dilakukan dengan memenuhi denda tertentu.

Ini adalah langkah lanjutan setelah sebelumnya selama Januari 2022 pemerintah dengan keras melarang kegiatan ekspor batu bara. Situasi yang sempat memberi efek cukup signifikan pada saham sektor batu bara di awal tahun.

Ijin ekspor memang sudah dibuka, namun ini tampaknya tidak membuat situasi saham emiten batu bara merasa lega. Karena syarat yang diberikan membuat mereka tidak benar benar leluasa ekspor ke pasar internasional.

Kebijakan ini juga sempat sedikit memberi efek koreksi pada pasar komoditas batubara Internasional. Meski ini dianggap sebagai efek taking profit oleh kebanyakan pemain di pasar. Banyak yang berkeyakinan pintu ekspor yang dibuka tidak cukup lebar ini dianggap tidak cukup memenuhi seluruh permintaan. Jadi diyakini trend bulliesh dari batu bara global akan masih berlanjut.

Bagaimana Dengan Potensi Saham Emiten Batu Bara?

Pasca pembukaan keran ekspor, justru saham emiten batu bara mengalami efek penurunan harga. Koreksi terjadi pada kisaran maksimal 1, 44 persen dari perdagangan pekan sebelumnya.

Apakah ini menandakan kebijakan ini justru akan memberi sentimen negatif pada sektor batu bara? Tampaknya kebanyakan analis tidak melihatnya demikian. Pergerakan negatif ini tidak lebih sebagai efek koreksi dari harga batubara yang turun awal pekan ini.

Sementara saham saham ini diprediksi masih akan kembali naik. Mengingat trend harga batu bara yang masih akan kembali menanjak, meski tidak agresif sebagaimana pada tahun 2021. 

Beberapa emiten seperti PTBA dan HRUM diprediksi bisa naik sampai 3.500 per saham dan Rp 13.600 per saham. Demikian pula dengan saham ITMG yang mungkin bisa menunjukan pola bulliesh yang menjanjikan

Baca juga Rekomendasi Broker Saham Terdaftar di OJK yang Aman dan Terpercaya

Author