Platform Kripto Wormhole, Aset Senilai Rp4,6 Triliun Hilang

by -94 Views
Platform Kripto Wormhole

MediaInvestasi – Kasus platform kripto Wormhole harus merugi lebih dari USD 320 juta ini menjadi pencurian terbesar keempat. Sehingga kasus ini mengguncang sektor DeFi yang saat ini pertumbuhannya sangat cepat.

Peretasan Platform Kripto Wormhole

Platform Kripto Wormhole, Aset Senilai Rp4,6 Triliun Hilang

Melansir Channel News Asia, Platform Kripto Wormhole merupakan situs yang memungkinkan transfer informasi. Kejadian peretasan ini terjadi pada hari Rabu. Ada 120.000 unit telah diretas yang merupakan kripto terbesar kedua, yakni Ethereum.

Perusahaan analis blockchain di London menyatakan bahwa peretasan ini secara curang membuat token Wrapped ETH sejumlah 94.000. Kemudian melakukan transfer ke blockchain Ethereum yang menggerakkan transaksi Ether. 

Setelah kejadian peretasan tersebut, Wormhole telah memperbaiki sistem dan bisa bekerja kembali untuk mendapatkan jaringan. Platform DeFi di dalamnya memungkinkan pengguna untuk meminjam, menyimpan mata uang kripto lewat gerbang keuangan tradisional.

Merujuk kepada sebuah penelitian, peretasan ini merupakan risiko dari dunia kripto yang tumbuh sangat cepat. Namun, sebagian besar belum memiliki regulasi yang jelas. Oleh karena itu regulasi harus terus mengikuti perkembangan aset kripto.

Penilaian Peretasan Wormhole

Sebelumnya, jembatan pada Wormhole memiliki rasio 1:1 Ethereum. Kemudian terjadi eksploitasi peretasan sebab masih ada 93.750 Ethereum sebagai jaminan. Peretasan tercatat bisa mendapatkan keuntungan sebesar US$251 juta. 

Sedangkan untuk Solana senilai US$47 juta dan Stablecoin sebesar Rp57 miliar. Certik menyebutkan bahwa peretasan tersebut kemungkinan menjadi eksploitasi sebesar Rp8,6 triliun. 

Peretasan ini menyoroti tren serangan yang semakin berkembang pada blockchain. Wormhole menawarkan hadiah sebagai jasa informasi sebesar Rp143 miliar apabila mengembalikan dana.

Wormhole telah mengkonfirmasi telah memulihkan semua dana yang berhasil diretas. Sehingga layanan juga sudah berhasil aktif kembali. 

Temuan lain menyebutkan kerugian akibat investasi kripto karena penipuan DeFi sebesar Rp170 triliun. Sehingga total kerugian pada tahun 2021 mencapai Rp149 triliun. 

Oleh karena itu ekosistem yang terdesentralisasi masih belum mendapatkan kepercayaan. Sebab, masih bisa menghilangkan dana dari kontrol pihak ketiga. 

Berkaca dari peretasan platform kripto Wormhole, diperlukan regulasi lebih jelas lagi. Sehingga orang akan semakin aman melakukan transaksi dan investasi aset kripto.

Baca juga: Bikin Akun MetaMask di Android Gampang Banget

Author