Saham ELSA, Efek Kenaikannya Terhadap Harga Minyak Mentah

by -23 Views
Saham ELSA

MediaInvestasi – Hari ini saham tersebut mencatat kenaikan hingga mencapai harga Rp280- per lembar. Meroketnya harga minyak mentah disinyalir menjadi penyebabnya. Kenaikan saham Elsa ini sebagai akibat investor yang berlomba-lomba menginginkannya sehingga permintaan juga naik.

Saham ELSA Mengikuti Harga Minyak Mentah Terkini

Saham ELSA, Efek Kenaikannya Terhadap Harga Minyak Mentah

Saham milik anak perusahaan pertamina ini telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 6 Februari 2008. Dari sejak IPO pertama kali, PT. Elnusa, Tbk berhasil menaikan permodalan dari Rp750 miliar menjadi Rp2.3 triliun. 

IPO dilakukan dengan pemecahan saham Elsa (stock split) 1:5. Sehingga mempengaruhi harga, dari awalnya Rp500-, menjadi Rp100-. Jika dikalkulasi maka publik berkuasa atas 2.798.500.000 lembar saham atau hanya 20 persen dari total keseluruhan. 

September 2021 lalu, saham yang bergerak di bidang migas ini juga sempat mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan BEI mencatat pembelian besar-besaran sebanyak 3 miliar saham, atau setara 30 juta lot. Transaksi yang digelontorkan investor tersebut mencapai Rp.1.45 triliun dalam satu hari. 

Investor tersebut tidak lain ialah PT. Pertamina, sebagai BUMN. Sehingga sejak saat itu secara resmi pertamina memiliki 41.1 persen keseluruhan saham dari PT Elnusa Tbk. 

Harga minyak mentah Brent melesat dari US$ 40/barel menjadi US$ 100/barel tertinggi dalam tiga tahun belakangan. Volume ini memang meningkat sejak mulai di isukan bahwa Singapura bahkan Eropa menderita krisis energi. 

Permintaan Minyak Mentah

Pandemi rupanya malah membuat permintaan akan minyak mentah meninggi, mencapai apresiasi hingga 565 persen. Tentu saja membuat pendapatan perusahaan yang bergerak di sektor migas ikut naik. Disusul kenaikan harga saham Elnusa. 

Perusahaan terus berupaya menambah pendapatan, dengan target Rp.8 triliun sepanjang 2022. Elnusa melakukan berbagai strategi diantaranya: pergelaran cost efficiency dan mengadakan sejumlah kontrak kerjasama baru. 

Kontrak tersebut menyasar pada sektor bisnis: procurement, EPC-OM, engineering, jasa penunjang, jasa pendistribusian migas, oil field service, dan seismic. ELSA juga melakukan pengalihan kontrak ke blok baru yang telah dirancang Pertamina sebagai pemegang saham terbesar. 

Namun mengutip juru bicara PT. Elnusa, Ari Wijaya menyatakan kenaikan saham bukan dampak langsung dari krisis minyak di dunia. Hanya saja kenaikan harga minyak yang positif diharapkan dapat meningkatkan apresiasi perusahaan.

Meski begitu, perusahaan tetap berharap kenaikan harga minyak dunia dapat menstimulasi realisasi anggaran PT. Elnusa. Sehingga fundamental bisnis dapat ditingkatkan, agar meningkat pula kepercayaan masyarakat terhadap saham ELSA. Momentum ini merupakan penguatan harapan positif ke depannya.

Baca juga: Kabar IHSG Hari Ini, Proyeksi Pergerakan Untuk Pekan Ini

Author