,

Level Inflasi Indonesia, Masih Aman?

by -35 Views
Level Inflasi Indonesia, Masih Aman?
Level Inflasi Indonesia, Masih Aman?

MediaInvestasi.id – Level Inflasi Indonesia, Masih Aman?. Kondisi makro ekonomi yang belum pulih, ditambah beberapa negara yang sedang mengalami krisis membuat saat ini masih banyak negara yang mengalami inflasi cukup tinggi.

Level Inflasi Indonesia, Masih Aman?

Untungnya, level inflasi Indonesia masih lebih baik dibanding beberapa negara tersebut.
Zimbabwe merupakan negara dengan level inflasi tertinggi mencapai 257% pada bulan Juli 2022. Angka itu melonjak dari 192% di bulan sebelumnya. Untuk meredam inflasi, pemerintah negara dilaporkan meluncurkan koin emas sebagai alat pembayaran.

Turki merupakan negara Eropa dengan tingkat inflasi tertinggi mencapai 79,6%. Lonjakan inflasi ini disebabkan berbagai faktor, termasuk krisis mata uang, melonjaknya harga makanan, minuman, transportasi, serta energi akibat perang Rusia dan Ukraina.

Sama seperti Turki, Argentina juga menjadi negara dengan level inflasi tertinggi di benuanya, yaitu mencapai 71% untuk bulan Juli 2022. Saking tingginya inflasi, rakyat Argentina mulai beralih membeli aset crypto, seperti stablecoin atau Bitcoin untuk mempertahankan nilai kekayaannya.

Negara yang sedang mengalami krisis di berbagai bidang hingga dikabarkan bangrut, Sri Lanka juga menjadi negara dengan inflasi tertinggi di dunia. Krisis di negara ini disebabkan kegagalan membayar utang luar negeri senilai $51 miliar (Rp 764,79 triliun). Selain itu, Pemerintah juga kehabisan dollar, sehingga tidak mampu membiayai impor barang-barang pokok termasuk BBM.

Dibanding negara sebelumnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup aman, baik dari tingkat inflasinya atau bahkan pertumbuhan perekonomiannya.

Dengan tingkat inflasi di level 4,94%, Bank Indonesia (BI) masih optimis untuk menahan peningkatan suku bunga.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berada di angka 5,44% untuk kuartal 2 tahun 2022, di mana ini mengungguli negara-negara besar seperti Amerika dan Tiongkok.

(red/mediainvestasi.id/heloinvestasi)

Author