,

Rencana Kenaikan Harga BBM untuk Tekan Subsidi yang Membengkak?

oleh -6 Dilihat
Rencana Kenaikan Harga BBM
Rencana Kenaikan Harga BBM (Source Image: The Jakarta Post")

MediaInvestasi.id – Rencana kenaikan harga BBM untuk tekan subsidi yang membengkak?. Pemerintah berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mengendalikan subsidi energi yang membengkak. Mengutip pernyataan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral seperti dilansir TheJakartaPost.

Rencana Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga akan dilengkapi dengan aturan penjualan BBM bersubsidi yang akan dikeluarkan bulan ini, kata Menteri Energi Arifin Tasrif seperti dikutip beberapa media lokal, termasuk situs berita bisnis.com.

Sementara itu para pejabat di kementerian energi, keuangan, dan ekonomi tidak menanggapi permintaan komentar Reuters. Perusahaan energi negara Pertamina, yang menjual bahan bakar bersubsidi, menolak berkomentar, mengatakan kebijakan harga bahan bakar adalah domain pemerintah.

Pemerintah telah melipatgandakan anggaran subsidi energi menjadi Rp 502 triliun ($ 34,06 miliar) tahun ini untuk menjaga harga bensin dan solar bersubsidi dan beberapa tarif listrik tidak berubah di tengah kenaikan harga energi global.

Pekan lalu, pejabat kementerian keuangan mengatakan jumlah itu mungkin tidak cukup karena meningkatnya permintaan bahan bakar.  Pertamina mengatakan per Juli telah menjual 9,9 juta kiloliter solar bersubsidi, sekitar dua pertiga dari total kuota untuk tahun ini, sementara penjualan bensin bersubsidi telah mencapai 16,8 juta kilometer, atau 73 persen dari kuota 2022.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo, dalam penampilan publik baru-baru ini, telah menyebutkan alokasi subsidi energi tahun ini terlalu besar, tetapi belum merujuk pada rencana kenaikan harga BBM.

Bank Indonesia mengatakan anggaran subsidi yang besar telah membantu ekonomi negara itu menjaga inflasi relatif rendah tahun ini, memberikan ruang kepada pembuat kebijakan moneter untuk menunda kenaikan suku bunga. Bank Indonesia merupakan salah satu dari sedikit bank sentral Asia yang belum mengangkat suku bunga acuannya dari level era pandemi.

Said Abdullah, seorang anggota senior partai politik pendukung presiden, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), mengatakan kepada Reuters harga bahan bakar harus dinaikkan dua kali tahun ini untuk mengelola beban fiskal yang meningkat, menyarankan kenaikan pertama dilakukan pada akhir Agustus.

Pemerintah juga harus meningkatkan pengeluaran untuk dukungan bagi orang miskin untuk membantu mereka mengatasi dampak kenaikan harga, kata Said. Menarik untuk ditunggu, apakah rencana kenaikan harga BBM ini dilaksanakan atau bahkan dibatalkan?

(red/mii)

Author