Dampak Positif Inflasi AS yang Melandai ke Pasar Keuangan Indonesia

oleh -0 Dilihat
Dampak Positif Inflasi AS yang Melandai ke Pasar Keuangan Indonesia
Dampak Positif Inflasi AS yang Melandai ke Pasar Keuangan Indonesia

MEDIAINVESTASI.idDampak Positif Inflasi AS yang Melandai ke Pasar Keuangan Indonesia. Data inflasi AS yang melandai pada Oktober 2023 menciptakan gelombang positif dalam pasar keuangan Indonesia. Inflasi AS melandai menjadi 3,2% (year on year/yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,7%. Faktor utama penurunan inflasi adalah turunnya harga energi, terutama bahan bakar. Ini memberikan dampak positif di berbagai sektor, termasuk keuangan dan mata uang Indonesia.

Pasar saham Wall Street di AS merespons positif terhadap data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Dow Jones melonjak 1,43%, S&P 500 melesat 1,91%, dan Nasdaq meroket 2,37%. Ini menjadi pertanda baik bagi pasar global, termasuk Indonesia, karena data ini mendukung pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Inflasi AS yang melandai sebagian besar disebabkan oleh moderasi harga energi, terutama bensin. Harga konsumen AS secara bulanan tidak berubah pada Oktober, karena masyarakat AS membayar lebih sedikit untuk bensin. Kenaikan inflasi tahunan AS juga merupakan yang terkecil dalam dua tahun terakhir. Hal ini memberikan kepastian tambahan kepada pasar bahwa The Fed tidak perlu menerapkan kebijakan pembatasan tambahan untuk menurunkan harga konsumen.

Craig Fehr, kepala strategi investasi di Edward Jones, menyatakan bahwa “katalis yang jelas adalah laporan inflasi yang lebih lemah dari perkiraan.” Ini memberikan pasar kenyamanan tambahan bahwa The Fed tidak perlu menerapkan kebijakan yang ketat.

Sejak Maret 2022, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 525 basis poin untuk melawan inflasi yang tinggi. Namun, data inflasi yang melandai ini mengubah ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed tahun depan. Suku bunga berjangka AS memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 65% di bulan Mei 2024, meningkat dari 34% pada hari sebelumnya.

Baca Juga: Prospek Saham JPFA dan CPIN di Sektor Poultry

Author