,

Wakaf Hutan Solusi Inovatif Pendanaan untuk Perubahan Iklim

oleh -6 Dilihat
Wakaf Hutan Solusi Inovatif Pendanaan untuk Perubahan Iklim
Wakaf Hutan Solusi Inovatif Pendanaan untuk Perubahan Iklim (photo by investor.id)

MEDIAINVESTASI.id – Wakaf Hutan Solusi Inovatif Pendanaan untuk Perubahan Iklim. Seiring berlangsungnya COP 28 di Dubai, MOSAIC (Muslim for Shared Action on Climate Impact) mengambil inisiatif besar dengan meluncurkan program Wakaf Hutan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pendanaan inovatif bagi masalah perubahan iklim yang dihadapi Indonesia.

Rika Novayanti, Steering Committee MOSAIC, menjelaskan bahwa Wakaf Hutan merupakan gerakan kolaboratif penggalangan dana untuk pelestarian hutan melalui wakaf sebagai instrumen filantropi Islam. “Peluncuran inisiatif Wakaf Hutan dalam suasana gelaran COP 28, di mana berbagai negara sedang bernegosiasi tentang pencapaian target emisi, adalah momen yang tepat untuk mengirimkan sinyal darurat bahwa perlindungan alam lebih penting daripada keuntungan dan kepentingan politik,” ungkap Rika Novayanti dalam keterangan pers pada Sabtu, 2 Desember 2023.

Baca Juga: Puri Global Sukses Tbk, Membangun Masa Depan Batam

Wakaf Hutan Solusi Inovatif Pendanaan

Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menilai bahwa Indonesia membutuhkan dana sebesar US$ 281 Miliar atau sekitar Rp 4.299 triliun untuk mencapai target NDC (Nationally Determined Contribution) pada tahun 2030. Dalam konteks ini, pembiayaan dan filantropi Islam dianggap sebagai solusi pendanaan yang inovatif karena potensinya yang sangat besar di Indonesia.

Rika menegaskan bahwa kampanye wakaf hutan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi filantropi Islam sebagai solusi inovatif bagi pembiayaan aksi iklim. Dana yang terkumpul dari penggalangan ini akan disalurkan untuk program ekologi, ekonomi, dan edukasi melalui Yayasan Hutan Wakaf Bogor sebagai nazir wakaf hutan yang terletak di Desa Cibunian, Kabupaten Bogor.

“Melalui kampanye wakaf hutan, kami berharap dapat memberikan inspirasi bahwa pendanaan iklim tidak harus hanya bersumber dari luar negeri, namun dapat juga melalui kolaborasi dan pemanfaatan potensi besar dari pendanaan umat,” jelas Rika.

Baca Juga: Kasikorn Resmi Kuasai 84,55% Saham Bank Maspion (BMAS)

drh. Emmy Hamidiyah, M.Si, Wakil Sekretaris Badan Wakaf Indonesia, menyatakan bahwa potensi wakaf mencapai Rp 180 triliun setiap tahun. Hingga Oktober, sudah terkumpul Rp 2,3 triliun melalui wakaf uang. “Namun, sebagian besar masih tersalurkan untuk pendidikan dan pengentasan kemiskinan, sedangkan untuk lingkungan masih kecil sekali atau di bawah Rp 5 miliar,” jelasnya.

Inisiatif Wakaf Hutan telah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu dan dimulai secara mandiri oleh beberapa komunitas masyarakat di beberapa lokasi seperti Hutan Wakaf di Janto, Nanggroe Aceh Darussalam. Gerakan pelestarian hutan sejenis juga telah dilakukan oleh komunitas masyarakat Laskar Hijau di Gunung Lemongan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menanggapi tentang potensi ekonomi dari inisiatif wakaf hutan, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Prof Bambang Brodjonegoro SE MUP PhD menyatakan bahwa hutan Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk mendorong pertumbuhan green economy dan carbon trading, seperti yang telah terjadi di Brasil dan Kongo. “Demand secara global untuk carbon trading sudah ada, sekarang tinggal bagaimana kita menyediakan supply-nya,” paparnya.

Baca Juga: Saham ARCI Emiten Tambang Emas Berkilauan, Ngegass Terus!

Prof. Bambang melihat bahwa Wakaf hutan sejalan dengan visi program perhutanan sosial dari pemerintah yang bertujuan untuk menjaga kondisi hutan tetap lestari sambil memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Saya ingin melihat wakaf hutan dipromosikan sebagai bagian dari upaya mengembalikan peran hutan sebagai aset yang paling berharga, yang saat ini semakin dilupakan,” harapnya.

Baca Juga: Saham STRK Hari Ini, Saham STRK Bergerak di Bidang Apa?

Di kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengembangan Bursa Efek Indonesia Ignatius Denny Wicaksono CFA FRM CIPM menyebut bahwa di bursa karbon kredit, inisiatif seperti Wakaf Hutan sangat potensial untuk menjadi carbon credit kategori premium. “Karena tidak hanya menghasilkan karbon, tapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata kepada masyarakat sekitar dan keanekaragaman hayati,” tutupnya.

(red/mii)

Baca Juga: 10 Saham Terbaik Minggu Ini Bikin Pemodal Cuan Besar, Termasuk CUAN

Author