,

PalmCo Batalkan IPO, Ini Penyebabnya!

oleh -3 Dilihat
PalmCo Batalkan IPO
PalmCo Batalkan IPO

MEDIAINVESTASI.id – PalmCo Batalkan IPO, Ini Penyebabnya. Pekanbaru – Sub Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), PalmCo, resmi membatalkan rencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Keputusan ini diumumkan oleh Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, dengan alasan kondisi pasar yang dianggap kurang mendukung.

“Tahun ini belum [IPO], ini kan market juga lagi kurang bagus,” ujar Jatmiko saat diwawancara di The Westin, Rabu (10/1/2024).

PalmCo Batalkan IPO

Meskipun PalmCo telah menyiapkan berbagai aspek, mulai dari penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) hingga mendapatkan sertifikasi RSPO (Roundtable Sustainable on Palm Oil) sebesar 100%, namun, penilaian terhadap kondisi pasar membuat perusahaan menunda rencana IPO-nya.

Jatmiko menyebut bahwa rasio EV to EBITDA masih terlalu rendah, mencapai angka 5, di tengah IHSG yang menyentuh level 7.229.

“Artinya persiapan kita ini sudah, cuma kita lihat market kayaknya belum deh. [EV to EBITDA] agro cuma 5, undervalue kan,” jelasnya. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, sebelumnya juga menyatakan ketidakfokusan untuk membawa PalmCo ke bursa, mengingat masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan valuasi perusahaan.

“Saya cenderung tidak IPO dulu lah, cari partner dulu karena untuk investasi di replanting. Jadi, kami mesti replanting sekitar 180.000 hektare,” ujar Kartika atau akrab disapa Tiko pada Sabtu (30/12/2023). Proses replanting atau penanaman kembali pohon kelapa sawit menjadi salah satu fokus utama PalmCo saat ini.

Upaya ini ditempuh karena sejumlah lahan milik PTPN Grup berada dalam kondisi kurang terawat. Tiko berharap replanting ini akan meningkatkan produktivitas PalmCo menjadi 20 ton per hektare, mencapai standar produksi industri kelapa sawit.

“Kalau mau IPO, semuanya harus produktif dulu supaya nanti secara valuasi tinggi. Jika masih belang-belang, kalau IPO valuasinya tidak optimal. Jadi lebih baik di fase awal cari strategic partner dulu sampai produktivitasnya merata, baru IPO,” tuturnya.

Kementerian BUMN optimis bahwa PalmCo akan menjadi salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia dalam waktu 2-3 tahun, dengan potensi memiliki lahan seluas 600.000 hektare.

Penggabungan 13 perusahaan di bawah holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) pada Desember 2023 membentuk dua subholding, yaitu PalmCo dan SupportingCo. PalmCo terbentuk melalui penggabungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI, dan XIII ke dalam PTPN IV. Sementara itu, SupportingCo terbentuk dari penggabungan PTPN II, VII, VIII, IX, X, XI, XII, dan XIV ke dalam PTPN I.

(red/mii)

Baca Juga: BLT El Nino Rp400.000 Sudah Cair, Cara Cek Penerima BLT El Nino


*) Follow Official WhatsApp Channel Media Investasi untuk mendapatkan berita-berita terkini seputar Ekonomi, Saham dan Cryptocurrency dengan mengklik tautan ini.


Author